Hakikat Doa Mohon Ampunan dan Taubat Nasuha

Sebagai manusia, tentunya kita tidak akan pernah lepas dari dosa. Hal tersebut merupakan sebuah kelaziman yang sangat sulit untuk kita hindari, apalagi bagi manusia biasa seperti kita yang tidak mempunyai ke-istimewaan apa-apa. Beda halnya dengan manusia terpilih yang langsung terjaga oleh Allah SWT (Ma’sum) seperti para Nabi. Itulah butuhnya taubat.

Ketika kita talah mengerjakan sebuah dosa baik kecil atau besar, kita wajib untuk segera bertaubat, karena hal itu dapat menjauhkan kita dengan Allah SWT dan akan mendapatkan siksa darinya di dunia dan di Akhirat. Allah berfirman dalam Surat An-Nur ayat 31:

فتو بو الى الله جميعا ايها المؤ منون لعلكم تفلحون

Artinya: “Taubatlah kalian wahai orang-orang beriman, agar kalian beruntung”.

Sedangkan definisi Taubat adalah kembali pada Allah SWT dari jalan yang jauh (Maksiat) menuju jalan yang dekat. Menurut al-Habib Zain bin Smith dalam kitab Muqtatofat-nya. Dan taubatnya seseorang tidak akan makbul kecuali dengan tiga syarat berikut:

  1. Meninggalkan maksiat seketika itu.
  2. Menyesal telah melakukannya.
  3. Dan bermaksud untuk tidak mengulanginya lagi sampai seterusnya.

Ketika tiga syarat ini sudah dipenuhi maka taubatnya dinamakan dengan taubat nasuha.

Mka dari itu, marilah kita introfeksi diri, seberapa banyak dosa yang kita perbuat. Kita dapat mencontoh baginda Nabi Muhammad SAW yang membaca Istigfar tidak pernah kurang dari 70 kali di setiap harinya. Padahal, beliau telah dijaga tidak akan pernah melakukan perkara yang haram ataupun makruh. Sedangkan kita belum ketemu nasibnya akan seperti apa, yang setiap harinya berbuat dosa. Cepatlah kembali ke jalan Allah yang lurus sebelum kita kembali kepada sang maha kuasa. Karena baginda nabi bersabda:

ان الله يقبل التوبة العبد مالم يغرغر

“Sesungguhnya Allah SWt menerima taubatnya seorang hamba, selagi belum sekarat”.

Tinggalkan komentar